Perkenalan saya dengan Seringai berawal dari gulungan pita kaset yang dibawa oleh kakak ditahun 2005 silam, kaset dengan gambar tengkorak bersayap dan bendera balap hitam-putih bertuliskan Seringai – High Octane Rock tersebut sontak memberikan pesan semangat dan bersenang-senang sesaat setelah didengarkan, dan tetap bertahan hingga “Selamanya” dirilis.
Single mutakhir Seringai dengan judul “Selamanya” tetap menjadi magnet dalam segi penggarapan liriknya. Mulai dari isi pesan yang disampaikan, rima yang diterapkan hingga pemilihan kata baku yang tak biasa untuk dilantunkan dalam sebuah lagu. Dalam single “Selamanya”, Seringai mengedukasi para pendengarnya dengan semangat kemandirian, tanpa harus melupakan bagaimana caranya bersenang-senang dan menjadi diri sendiri.
Bercerita tentang 16 tahun perjalanan, tampaknya lagu “Selamanya” yang ditulis oleh Arian 13 ini berhasil menggambarkan dinamika sebuah band yang menjunjung tinggi konsistensi dengan capaian akhir yang menginspirasi. Hal tersebut juga dibuktikan dengan hasil tata suara yang tetap maksimal dan musik yang masih bisa membuat semua Serigala Militia melolong bersama, entah itu di tengah moshpit atau bahkan didalam gawai aplikasi musik digital mereka.
Dari sisi videoclip, nampaknya Seringai lebih bermain-main dalam visualisasinya. Wahana Pesta Seringai yang digambarkan oleh sebuah bis kota, akan membawa siapa saja yang ikut didalamnya bersenang-senang hingga ke titik paling intim berapapun jumlah orang yang menggandrunginya, dan terus berulang seolah tiada waktu bagi mereka untuk berhenti apalagi mematikan mesin. Hal tersebut tergambar dari akhir videoclip yang justru memutar kembali intro lagu tersebut.
Namun yang disayangkan adalah kontinuiti dari scene didalam bis dan beralih ke atas panggung, nampaknya Seringai ingin menggambarkan apa yang telah mereka capai selama lebih dari 16 tahun berkarya. Penggunaan courtesy live show nyatanya tidak menjadikan video tersebut menjadi satu bagian yang utuh, dikarenakan wardrobe yang mereka gunakan berbeda dengan apa yang mereka kenakan didalam bis. Tapi untungnya mereka mampu membawa nuansa humor kedalam videoclip tersebut, sebuah videoclip band cadas yang mestinya akan menggambarkan kegelapan dan kengerian, namun berbeda dengan yang dilakukan Seringai dalam videoclipnya.
Salute you.
Seringai selamanya, selamanya Seringai!

No comments:
Post a Comment