Foto diatas adalah tunggangan klasik pertama saya yang memiliki perjalanan panjang pada proses restorasi dan penggunaannya, pernah membawa saya ke Bandung dan Pantai Anyer hingga pada akhirnya harus rusak dan saya jual dengan nominal yang tidak sebanding dengan biaya perbaikannya serta jauh lebih tidak sebanding dengan nilai historisnya (sejarah percintaan tentunya.. Haha).
Pada tulisan kali ini saya akan sedikit mengulang memori pada pengalaman berkendara dan kustom motor yang pernah saya gandrungi sejak tahun 2010 hingga medio 2013. Tepatnya dimulai saat saya berkuliah dan berakhir ketika Metallica menggelar konser di Jakarta pada tahun 2013 yang lalu.
Adalah Ali Akbar orang yang bertanggung jawab akan awal mula kecintaan saya dengan motor tua hingga saat ini, seorang teman kuliah yang pertama kali memperkenalkan saya dengan kendaraan roda dua pabrikan negri spagheti awal motor ini di produksi. Ya vespa! atas hasutan beliaulah akhirnya saya membeli motor tua pertama saya, sebuah vespa berjenis Super keluaran tahun 1973.
Dengan mahar sejumlah 1,3 juta rupiah saya membeli vespa dari seorang kenalan yang bertempat tinggal di daerah serpong pedalaman, di temani ayah dan sedikit negosiasi harga akhirnya saya berhasil membawa pulang vespa pertama saya yang pada saat itu berbalut warna yang identik dengan musik Jamaica tersebut.
Restorasi pun mulai saya lakukan demi mempercantik tampilan sang motor kesayangan, tepatnya sebanyak 2 kali saya mengganti warna vespa saya dalam kurun waktu 1 tahun yaitu warna biru dan warna merah. Dan sampai akhirnya saya pernah mencoba mengkalkulasikan dana restorasi pada saat itu, tanpa saya sadari saya telah merogoh kocek untuk rongsokan besi dari Italia tersebut hampir sebesar 10 juta rupiah. Semua biaya tersebut termasuk dengan perbaikan dan segala macam pembelian aksesorisnya.
Dan foto diatas adalah momen dimana saya tiba di Bandung bersama kawan vespa saya serta bertemu seorang teman SMA yang pada saat itu sedang berkuliah disana. Foto diambil di depan gedung sate yang ternyata tidak beraroma bumbu kacang ataupun bumbu kecap disekitarnya seperti yang saya bayangkan pada saat itu.
Pada tulisan selanjutnya saya akan menceritakan perjalanan hobi kustom motor kedua saya yaitu Honda CB100 pabrikan 1973 (Gelatik).
Dan foto diatas adalah momen dimana saya tiba di Bandung bersama kawan vespa saya serta bertemu seorang teman SMA yang pada saat itu sedang berkuliah disana. Foto diambil di depan gedung sate yang ternyata tidak beraroma bumbu kacang ataupun bumbu kecap disekitarnya seperti yang saya bayangkan pada saat itu.
Pada tulisan selanjutnya saya akan menceritakan perjalanan hobi kustom motor kedua saya yaitu Honda CB100 pabrikan 1973 (Gelatik).

